Diri Sendiri yang Bergantung pada Diri Sendiri

Hai.

 

Kata orang, kita hidup sebagai manusia yang membutuhkan manusia lain. Dan dalam prakteknya, ya memang iya. Kita butuh orang lain. Bukan hanya untuk meminta bantuan saja.

 

Kita butuh orang lain untuk bercerita, membagi kisah, bertukar pikiran, berkaca diri.

 

Ah iya, berkaca diri.

Kenapa berkaca diri? Kadang apa yang tidak kita sadari lakukan, akan terefleksikan dari diri orang lain.

 

Masa iya? ya , tidak tahu juga sih.

 

Lagi-lagi kata kebanyakan orang ya begitu. Ya, saya sedikit banyak merasakan itu sih.

Namun, kadang apa yang kita rasa lakukan kepada orang lain baik, sikap kita yang seperti itu tidak kembali pada kita.

 

Diri ini, diri kita sendiri dipaksa untuk mengerti akan keadaan orang lain. Sementara, apa yang sedang kita rasa, kadang tidak mampu dimengerti orang lain.

 

Paham tidak?

 

Begini. Saat orang lain sedang tidak enak hati, kita kadang mencoba mengerti bahwa perasaan mereka sedang tidak enak. Kita berusaha untuk memahami dan membuat hari mereka tidak jelek atau paling tidak, kita dapat membuat mereka menjadi tersenyum kembali.

 

Iya, kita berusaha mengerti. Tapi, apa orang lain pun berusaha mengerti apa yang terjadi pada kita?

 

Orang lain bisa dengan mudahnya tidak memikirkan apa yang sedang kita rasakan. MOrang lain bisa bertindak sesuka hati mereka.

 

Ya tidak salah sih. Itu kan tindak tanduk mereka.

 

Namun, salahkah kita jika kita mau bertindak seperti mereka? Tidak peduli. Apakah orang lain sedang mengalami hari yang berat, hari yang sedih atau pun senang?

 

Ah, aku ingin bisa seperti itu.

 

Tak tersandung kata “Baper”. Karena disadari atau tidak, setiap ucapan dari mulut orang lain akan terbawa ke dalam perasaan.

 

Paling tidak, jika kita ingin baik, berusahalah memmahami situasi. Berpeganglah, bahwa apa yang terlontar dan kita perbuat, nantinya akan dikembalikan pada kita. Kita tidak ingin tersakiti, maka berusahalah tidak menyakiti.

 

Jangan bergantung pada orang lain. Karena pada akhirnya, hanya diri kita lah yang dapat kita gantungkan harapan. Hanya diri kita yang dapat kita andalkan.

 

Baik berbuah baik 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s