Siapkah kau ‘tuk (belum) Jatuh Cinta?

Sore hari.

Perbincangan dengan seorang teman.

Yang tak percaya akan kepolosanku dalam hubungan cinta. Yang menganggap aku ini adalah 1:1000.

Seseorang yang menurutku berhati-hati, namun bagi dia, aku ini penakut.

Entah apa definisi penakut disini. Aku yang takut kehilangan sesuatu yang suci dalam diriku, Atau ketakutanku “terikat” dengan orang lain.

Aku mungkin selalu ada di waktu yang salah.

Rasa kagum yang tak berujung pada sosok seniorku yang harus berakhir pedih.

Kisah cinta masa SMA yang tak seindah kata buku dan film.

Cinta tanpa adanya “label” di awal usia 20. Cerita-cerita tersebut mungkin turut andil membentuk diriku yang sekarang.

Yang kata orang tak membuka hati, yang tak luwes dengan pria.

Kalian tak tahu apa yang sudah kualami. 

Mungkin menurut kalian, apa yang aku alami hanyalah kerikil. Iya. Namun kerikil yang terus tersangkut di sepatuku yang kadang membuatku harus berhenti untuk sekedar membersihkan dan mengeluarkan kerikil itu.

Jatuh cinta tak sesederhana kelihatannya. Jatuh cinta rumit ya.

Berbahagialah kalian yang setelah jatuh bangun kemudian mendapatkan cinta yang layak dan sejati.

Karena bagiku, jatuh cinta dan membuka hati, adalah hal yang sulit.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s