Hakikat Pemimpin

Pemimpin.

Harus menjadi otak.
Pemikir dan pemberi solusi.

Harus menjadi mata.
Melihat. Tidak hanya peluang. Namun juga, kebaikan, kejelekan juga kesejahteraan, baik lawan apalagi kawan serta pengikutnya.

Harus menjadi telinga.
Mendengar dengan rendah hati kepada para pejago dan terlebih juga pada pengikutnya.

Harus mempunya mulut.
Untuk berbicara, memotivasi pengikut serta diri sendiri, dan menekuk lutut lawan.

Terlebih, harus punya hati.
Penyaring pikiran, mata, telinga serta mulut.

Pemimpin sejati merangkul. Bukan menunjuk.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s