Kenapa ya Tuhan?

Dia yang ku kenal sebagai teman, Kau buat ia di dalam pikiranku. Engkau Maha pembolak balik hati, aku tahu.

Tapi, kenapa dia?

Sosok yang hanya teman awalnya. Berada di pelukan teman ku yang lain saat itu, membuat hati ku perih. Aku menganggapnya hanya sebagai ketidak relaanku karena kehilangan sosok teman dan kakak.

Lama tak bertemu, membuat aku sedikit, sedikit saja yakin, bahwa rasa ini lebih dari rasa kagum seorang teman.

But he talked about someone else. Ia ingin aku membantunya untuk bersama orang lain (lagi) (selain aku).

Hati. Aku tahu kamu memilihnya, hati. Tapi logikaku menghindari dia. Tapi aku tidak mau menjauh dari dia. Aku belum siap kehilangan (lagi).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s