Hakikat Pemimpin

Pemimpin.

Harus menjadi otak.
Pemikir dan pemberi solusi.

Harus menjadi mata.
Melihat. Tidak hanya peluang. Namun juga, kebaikan, kejelekan juga kesejahteraan, baik lawan apalagi kawan serta pengikutnya.

Harus menjadi telinga.
Mendengar dengan rendah hati kepada para pejago dan terlebih juga pada pengikutnya.

Harus mempunya mulut.
Untuk berbicara, memotivasi pengikut serta diri sendiri, dan menekuk lutut lawan.

Terlebih, harus punya hati.
Penyaring pikiran, mata, telinga serta mulut.

Pemimpin sejati merangkul. Bukan menunjuk.

Advertisements

Kenapa ya Tuhan?

Dia yang ku kenal sebagai teman, Kau buat ia di dalam pikiranku. Engkau Maha pembolak balik hati, aku tahu.

Tapi, kenapa dia?

Sosok yang hanya teman awalnya. Berada di pelukan teman ku yang lain saat itu, membuat hati ku perih. Aku menganggapnya hanya sebagai ketidak relaanku karena kehilangan sosok teman dan kakak.

Lama tak bertemu, membuat aku sedikit, sedikit saja yakin, bahwa rasa ini lebih dari rasa kagum seorang teman.

But he talked about someone else. Ia ingin aku membantunya untuk bersama orang lain (lagi) (selain aku).

Hati. Aku tahu kamu memilihnya, hati. Tapi logikaku menghindari dia. Tapi aku tidak mau menjauh dari dia. Aku belum siap kehilangan (lagi).

Bukankah kita kadang butuh seseorang. 

Bukan sahabat, bukan orangtua, bukan teman atau siapapun.

Seseorang yang mampu mengisi kekosongan. Yang mampu menyanjung kita seperti ia menyanjung senja. Seperti ia menyanjung keindahan.

Kita kadang butuh seseorang, walau kadang kita merasa diri kita pun sudah cukup.

Karena Tuhan sesungguhnya telah menciptakan manusia dengan sebelah hatinya yang hilang. Berusaha menemukan kepingan sebelah hatinya adalah keharusan.

Garis Tuhan yang tidak meluruskan proses tersebut harus kita nikmati dan jadikan pelajaran, Iri hati bisa jadi datang pada misi pencarian sebelah hati kita.

Bertanya, kapankah kita dapat berbagi tawa, sedih, susah, senang kita dengan si sebelah hati. Bertanya apakah sebelah hati kita akan menyayangi dan mencintai sepenuhnya seperti saat kita melihat satu hati yang telah bertemu.

Misteri.

Kamu dan soulmate mu, berbahagialah..

Iya.

Kamu dan setengah mu. You and your other half , buat yang merasa telah saling menemukan, berbahagialah.

Banyak legenda mengatakan, manusia itu sebenarnya terdiri dari 2. Para dewa dewi memisahkan karena mereka khawatir dengan kekuatan 2 orang tersebut.

Kamu dan dia yang telah dipertemukan dan dipersatukan oleh cinta, jagalah. Berbahagialah. Pasti ada banyak cerita dan kisah sampai akhirnya kalian bertemu dan yakin bahwa ia, adalah setengah mu yang hilang.

Tolong doakan kami, yang masih dalam pencarian separuh kami, untuk disegerakan, dipersatukan.

Oleh cinta.