Aku. Di antara mereka yang siap melepas masa lajang.

Hai.

Judul diatas sudah cukup jelas.

Di usiaku yang dipertengahan 20-an, aku dihadapkan kepada kenyataan bahwa teman-teman sebaya, sudah banyak yang siap melepas masa lajang.

Tanda terjelas adalah, banyaknya, aku, menerima helai demi helai kain, tanda bahwa aku di jadikan bridesmaid. Tren saat ini yang menjadikan sahabat si pengantin yang membantunya mempersiapkan perintilan pernikahan.

Orang bilang “wah, teman dekatmu banyak yang akan menikah ya. Ayo, kamu kapan?” . Seperti warning ya kalau menurutku. Menikah. Tentu kan butuh pasangan ya. Sulit bagiku menemukan orang yang akan jadi belahan jiwaku.

Aku tak muluk menginginkan yang mapan, tampan dan tanpa cela. Tidak. Orang seperti itu langka. Dan mustahil jika masih sendiri.

Kegagalan masa lalu, membuatku lebih berhati-hati. Hati pria itu sulit ditebak. Mereka biasanya hanya cari nyaman. Seperti tak nampak rasa seriusnya. Kalau sudah bosan, tak ada rasa nyaman, yah sudah, ia akan melambaikan tangan dari kita.

Sulit mencari yang benar-benar menginginkan aku bersamanya. Setidaknya memperjuangkanku. Bangga memilikiku. Bangga mengatakan bahwa aku adalah belahan jiwanya.

Menikah, fase ini Insya Allah akan datang jika tepat waktunya. Jika Tuhan yang Maha Esa menghendaki, suatu saat aku akan bertemu dia. Saat Tuhan membukakan kembali pintu hati ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s