Jiwa mandiri yang rapuh

Aku ini wanita.

Mandiri.

Namun rapuh.

Ya, memang, aku dapat melalukan apa saja sendiri. Begitu berani pulang malam sendiri tanpa ditemani. Sanggup makan sendirian. Bisa jalan kemanapun aku suka sendirian. Kadang bisa menghadapi senang dan susah sendiri.

Tapi, sekali lagi. Aku ini wanita. Perempuan. Tuhan sudah menggarislan kalau aku butuh seseorang. Lebih dari sekedar sahabat ataupun teman.

Iri kadang, melihat wanita-wanita lain telah menemukan belahan jiwanya. Betapa belahan jiwanya begitu menyayangi, mengagumi dan mencintai perempuan itu.

Iya, aku juga beruntung, dikelilingi keluarga, saudara, sahabat serta teman yang begitu baik. Namun, salahkah? Kalau aku berharap, ada sosok pria spesial, yang begitu mengagumi aku, menyayangi serta rela membagi waktunya hanya denganku?

Aku tidak meminta banyak. Hanya dia, yang mampu melindungi, menyayangi dan mencintai aku setulus hati. Mengagumiku, seperti kelak aku akan mengaguminya. Merajut benang impian masa depan.

Semoga kamu sedang memantaskan diri. Seperti aku yang sedang berusaha memantaskan diriku untukmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s