Kadang, lisan kita begitu tajam mengkritik. Namun apa yang keluar dari bibir serta lidah kita adalah hasil proses penglihatan serta perasaan yang diolah ke otak, kemudian terlontar melalui ucapan.

Prosesnya cukup panjang ya.

Karena itulah, saat kita dikritik, kita pun harus berkaca. Apa yang telah kita perbuat (dilihat orang) dan apa yang kita verbalkan (dirasakan melalui perasaan).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s