Untukmu yang sedang berusaha melupakan dia denganku

Hai kamu..
Aku percaya, kita dipertemukan bukan karena kebetulan. Aku percaya kalau Tuhan mempertemukan kita karena sebuah alasan. Alasan yang aku dan kamu tidak pernah tahu.
Seperti kebetulan, namun aku yakin bukan kebetulan.
Aku yang sedang berjibaku dengan hatiku sendiri, masih terus mengelak dari perasaan senang kala terjalin pertemanan. Semakin dekat waktu dan ruang kita, iya, hal itu membuatku merasakan kembali apa itu perhatian.
Lalu kamu bercerita tentang masa lalu kamu dengan dia yang pernah mengisi hati serta hari-harimu. Dia yang meninggalkanmu karena alasan pekat.
Lalu ada aku, yang mendengar ceritamu,berpikir bagaimana sakitnya hati kamu yang ditinggal dia. Cerita kamu dan dia yang bukannya sebentar, membuatku merasa kecil. Sanggupkah aku mengikis gunungan besar kenangan kamu dan dia? Mampukah aku yang seperti ini, menciptakan jejak indah kenangan baru? Bukankah ia yang telah lama bersamamu sudah membuat grafir kenangan yang, nampaknya sulit hilang?
Aku senang berada di dekat kamu, namun bayangan dia kadang mengganggu. Aku sudah rendah diri kalau aku bisa menciptakan sepenggal kenangan baru. Mampukah aku menjalari tiap sel pikiranmu?

Ingatlah bahwa aku akan berusaha jadi yang terbaik. Menggantikan dia yang pernah jadi yang terbaik di hatimu 🙂

^wap

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s